KARAWANG – Pemerintah Daerah Karawang telah membangun penahan abrasi di Desa Cemarajaya untuk mengurangi perluasan abrasi.
Penahan abrasi di Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya telah selesai tahap pembangunan. Aries Purwanto, Kepala Bidang Sumber Daya Alam (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyatakan adanya penahan abrasi tersebut dapat mengurangi perluasan abrasi. Kemudian di tahun selanjutnya pun akan dibangun penahan abrasi untuk Pantai Sedari dan Pakisjaya.
“Lebih ke penahan abrasi yang bersifat sementara tetapi bisa membantu masyarakat untuk mengurangi perluasan abrasi. Tahun depan akan dibangun penahan abrasi di Sedari dan Pakisjaya,” ujarnya.
Penahan abrasi yang dibangun di Cemarajaya mempunyai dimensi 2,5 meter, lebar alas 9 meter dan bagian atasnya 2 meter. Meski telah dibangun penahan abrasi, namun masih diperlukan adanya tanaman mangrove.
“Alhamdulillah di Cemarajaya sudah selesai pembangunan penahan air dengan dimensi 2,5 dengan lebar alas 9 meter dan bagian atasnya 2 meter, bentuknya trapesium. Ini bukan hanya di Karawang, tetapi setelah dibangun harus disiapkan tanaman mangrove,” tambahnya.
Pembangunan tersebut membutuhkan anggaran sebesar 2 milliar dengan dua kali tahap pembangunan. Penahan abrasi tersebut selesai dibangun di awal Desember 2024. Selanjutnya untuk pembangunan dua penahan abrasi lainnya akan menggunakan anggaran sebesar 3 milliar.
“Di Cemarajaya dengan anggaran 1 milliar dan tahun sebelumnya juga 1 milliar. Kemudian untuk di tahun depan menyiapkan anggaran 3 milliar di dua titik. Penyelesaian penahan abrasi di Cemarajaya di awal Desember,” pungkasnya.(red/fj)